Sejarah Desa

  • SEJARAH DESA WAYAMIGA

Pemberian sebuah nama terhadap suatu Desa tak dapat dilepaskan dari asal usul desa tersebut berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipercaya, baik berupa tulisan, , Wawancara, serta terhadap penamaan-penamaan dan Berdasarkan pengalaman  telah dipercayai menjabat sebagai sekretaris Desa dari Tahun 2008, hampir  13 Tahun, tentunya telah mendengar dan mendalami persoalan" yang terjadi dimasa lalu maupun sekarang. 

Berkenaan dengan hal tersebut diatas,

Sebelum saya mengutarakan asal – usul Desa Wayamiga terlebih dahulu saya  mohon maaf kepada semua pihak, apabila dalam uraian saya terdapat kesalahan atau kekeliruan, yang disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dalam sejarah, maupun keterbatasan sumber-sumber dari tulisan yang dipakai pedoman dan keterbatasan nara sumber yang mengetahui sejarah Desa.

Disamping itu saya tidak lupa menghaturkan banyak – banyak terima kasih kepada para pihak yang telah memberi keterangan – keterangan  terkait keberadaan Desa Wayamiga.

Usaha-usaha untuk menelusuri dan mencari petunjuk dan sejenisnya yang berisi sejarah Desa Wayamiga terus dilakukan namun belum juga membuahkan hasil yang maksimal. Namun dengan segala keterbatasan saya, berdasarkan tulisan-tulisan yang ada yang menceritakan tentang asal-usul Desa Wayamiga dan juga berdasarkan keterangan/cerita para tetua/tokoh masyarakat Desa Wayamiga akhirnya saya dapat merangkum sekelumit cerita asal-usul Desa Wayamiga yang sudah tentu jauh dari kesempurnaan.

            Desa Wayamiga tempo dulu adalah satu wilayah kesatuan masyarakat yang dimulai nama waya dan mega yang di artikan sebagai air Indah/bagus

Desa Wayamega merupakan salah satu  Desa dari 10 ( Sepuluh ) Desa yang berada di wilayah bagian Timur Kabupaten Halmahera Selatan.

            Wayamega berdiri sekitar tahun 1966 yang ditempati oleh Translok dari manado yang terdiri dari 23 kk dipimpin oleh seorang ketua yang bernama Yus Kainde, seorang pria yang berasal dari Tondano/Manado.

            Pada sekitar tahun 1970an Wayamega juga pernah di tempatkan Tapol (Tahanan Politik). Sebagian besar tata pemukiman Desa Wayamega merupakan peninggalan masa lampau yaitu perpindahan penduduk dari Manado. Selain situs-situs sejarah terdapat pula situs budaya yang masih dihormati dan dipelihara masyarakat, yaitu air Manado, sebuah kali yang berada di tengah - tengah Dusun Wayamiga Lama yang menjadi sumber mata air untuk kebutuhan hari - hari oleh masyarakat Wayamega pada masa dulu.

            Pada Tahun 1966 Wayamega dipimpin oleh Ketua Tranlok dan sejak tahun 1976 di Pimpin oleh Ketua Transad melalui program Transmigrasi TNI – AD yang di kelola oleh PUSKOPAD status Translok di lebur menjadi Transad dengan di datangnya  7 (Tujuh) Kepala Keluarga Purnawirawan yang masuk dan bermukim  menjadi Penduduk Wayamega dan menjadi gelombang 1 (pertama) Program Transad, pada tahun 1983 gelombang 2 (Kedua), pada Tahun 1985 gelombang 3 (Ketiga) dan pada tahun 1992 Gelombang Ke 4 (empat) yaitu Dusun Wayamiga Baru atau yang terakhir.

            Wayamega berdiri pada tahun 1966 dan masih bergabung dengan Desa Babang, dan di mekarkan pada tahun 2006 menjadi Desa Definitif dengan nama Desa Wayamiga karena pada saat itu telah banyak masyarakat yang mempunyai kartu Keluarga dan Kartu Tanda Penduduk dengan nama Desa Wayamiga.

 Ketua Tranlok, ketua Transad dan Kepala desa yang pernah memimpin di Desa Wayamiga berturut-turut adalah sebagai berikut :

No

Nama

Jabatan

Masa Jabatan

Keterangan

1

Yus Kainde

Ketua Translok

1966– 1976

Meninggal

2

Paulus Fofid

Ketua Transad

1976 -  1989

Meninggal

3

J. Salmon

Ketua Transad

1989 - 1996

Meninggal

4

T.H. Tenu

Ketua Transad

1996 - 1999

Meninggal

5

Salim Ka’abah

Ketua Transad

1999 - 2006

Meninggal

6

Rusli Hukum S,IP

Pjs. Kepala Desa

2006 - 2008

Masih Hidup

7

Dahlan Matly

Kepala Desa

2008 - 2015

Masih Hidup

8

Ruslan Tampilang

Pjs. Kepala Desa

2015 - 

Masih Hidup

9

Narju Abu

Pjs. Kepala Desa

2015 - 2017 

Masih Hidup

10

Dahlan Matly

Kepala Desa

2017 – Sampai Sekarang

Masih Hidup

              Sebagian besar wilayah desa sekarang (sekitar 70%) merupakan perkebunan coklat, pala dan kelapa. . Pembukaan perkebunan telah mengurangi areal hutan yang semula mendominasi wilayah desa. Pada jaman orde baru, areal perkebunan mencapai 1500 hektar, ketika harga coklat, pala dan kelapa dipasar eropa naik cukup tajam, areal perkebunan meningkat lagi menjadi 2000 hektar dan tentu saja berpengaruh terhadap luas areal hutan.

              Pembukaan lahan untuk tanaman pangan, yaitu ubi kayu dan jagung serta Holtikutura semakin mengurangi luas hutan dan juga berpengaruh terhadap persediaan air tanah di desa. Air sungai yang semula jernih, berubah menjadi warna kecoklatan ketika semakin banyak warga yang menebang hutan untuk lahan pertanian (huma).

               Penduduk desa Wayamiga beragam etnis dan suku juga Toleransi  beragama di Desa Wayamiga sangat terjalin dengan baik, dengan ditandai Desa Wayamiga Masyarakatnya ada beragama islam, Katolik dan Protestan.

kesenjangan sosial ekonomi pada masyarakat tidak terlalu nampak di desa. Secara ekonomis tidak ada keluarga yang sangat kaya. Rata-rata mengandalkan hidupnya dari perkebunan dan pertanian.

Suhedi Gunawan

Suhedi Gunawan

Desa Wayamiga merupakan Desa yang memberi pelayanan publik secara cepat dan efisien. Dengan mengedepankan pelayanan dan pengolahan data berbasis IT, Desa Wayamiga diharapkan dapat berkembang menjadi yang lebih maju dalam berbagai aspek baik itu SDM, Kesehatan, Kesejahteraan, Ekonomi. dan Pelayanan publ;k

Portal Desa Digital dikembangkan oleh Ayo Kreatif dikembangkan oleh Media Host